Bertindaklah seolah apa yang kau lakukan membuat perbedaan.Karena kenyataannya memang begitu Ajari seseorang di sekitarmu menggunakan bakat apapun yang mereka miliki.Hutan akan sunyi jika yang berkicau Hanyalah burung-burung yang paling merdu kicaunya.Kita cemas akan jadi apa anak kita nantinya.Namun kita lupa bahwa ia sudah jadi seseorang sekarang

Senin, 23 Agustus 2010

Partikel Dasar Penyusun Atom

Ditulis oleh Nolly Dwi SB pada 27-06-2009
Partikel
Notasi
Massa
Muatan
Sesungguhnya
Relatif thd proton
Sesungguhnya
Relatif thd proton
Proton
p
1,67 x 10-24 g
1 sma
1,6 x 10-19 C
+1
Neutron
n
1,67 x 10-24 g
1 sma
0
0
Elektron
e
9,11 x 10-28 g
 sma
-1,6 x 10-19 C
-1
Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).

1 sma = 1,66 x 10-24 gram

 NOMOR ATOM
  • Menyatakan jumlah proton dalam atom.
  • Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).
  • Diberi simbol huruf Z
  • Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.
Contoh : 19K
 NOMOR MASSA
  • Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
  • Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
  • Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga :
A   =  nomor massa
        =  jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )
A      =  p + n = Z + n
v      Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.
A ZX
 Keterangan :
X  = lambang atom                                 A = nomor massa
Z  = nomor atom                                   
                         

SUSUNAN ION

  • Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan.
  • Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
  • Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
  • Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap.
Contoh :
Spesi
Proton
Elektron
Neutron
Atom Na
11
11
12
Ion
11
10
12
Ion
11
12
12
Rumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :
1).    Untuk nuklida atom netral :
AZX :             p = Z ; e = Z ; n = (A-Z)


2).    Untuk nuklida kation :
AZXy+p = Z ; e = Z – (+y) ; n = (A-Z)


3).    Untuk nuklida anion :
AZXy-: p = Z ; e = Z – (-y) ; n = (A-Z)

KONFIGURASI ELEKTRON

 ü       Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.
ü       Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.
ü       Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).
Contoh :
Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron
Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron
Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron
Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron
Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron
Catatan :
Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.
  • Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :
1.     Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.
2.     Khusus untuk golongan utama (golongan A) :
  • Jumlah kulit = nomor periode
  • Jumlah elektron valensi = nomor golongan
3.     Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.
o      Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.
o      Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.
4.     Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :
a)     Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.
b)     Tentukan jumlah elektron yang tersisa.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 8, semua elektron diisikan pada kulit berikutnya.
Contoh :
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
O
He
2
2




Li
3
2
1



Ar
18
2
8
8


Ca
20
2
8
8
2

Sr
38
2
8
18
8
2
Catatan :
  • Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).
  • Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.
Contoh :
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
Sc
21
2
8
9
2
Ti
22
2
8
10
2
Mn
25
2
8
13
2
Zn
30
2
8
18
2

 Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )
 Periode
Nomor Atom ( Z )
K
L
M
N
O
P
Q
1
1 – 2
1 – 2






2
3 – 10
2
1 – 8





3
11 – 18
2
8
1 – 8




4
19 – 20
2
8
8
1 – 2




21 – 30 ***
2
8
9 – 18
2




31 – 36
2
8
18
3 – 8



5
37 – 38
2
8
18
8
1 – 2



39 – 48 ***
2
8
18
9 – 18
2



49 – 54
2
8
18
18
3 – 8


6
55 – 56
2
8
18
18
8
1 – 2


57 – 80 ***
2
8
18
18 – 32
9 – 18
2


81 – 86
2
8
18
32
18
3 – 8

7
87 – 88
2
8
18
32
18
8
1 – 2


Keterangan :
Tanda ( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi
by http://www.chem-is-try.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar